DAFTAR ISI

Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan

Cerita Rakyat Sangkuriang

Cerita Rakyat Sangkuriang – Pada jaman dahulu kala, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.


Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.

Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Video Dongeng Kak Bimo

Kak Bimo Di Thanta Mesir
DONGENG ANAK MUSLIM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menuliskan Kembali Dongeng (2)

Kegiatan Belajar 2

Uraian

Apakah kamu sering mengalami kesulitan untuk memahami isi dongeng? Jika kamu sering merasa kesulitan untuk memahami isi dongeng, hal ini terjadi karena kamu kurang berlatih cara memahami isi bacaan atau dongeng. 

         Setiap bacaan atau dongeng terdiri atas paragraf-paragraf. Paragraf terdiri atas satu gagasan utama atau ide pokok dan beberapa gagasan penjelas atau ide penjelas. Menemukan ide pokok paragraf merupakan suatu kewajiban bagi pembaca ketika mencoba menambah wawasan pengetahuannya melalui bacaan. Keterampilan menemukan ide pokok bisa dilatih dan dikembangkan secara teratur dan berkesinambungan sehingga menangkap secara tepat, akurat, dan cermat inti bacaan atau informasi yang diterimanya. 

        Menemukan inti atau ide pokok bisa disiasati dengan caramengenal tipe paragraf, berdasarkan pola penalarannya. Paragraf bisa berbentuk tipe deduktif dan induktif. Pola penalaran deduktif merupakan cara berpikir yang dimulai dengan rumusan pernyataan umum. Biasanya ditempatkan di awal paragraf, sedangkan kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat-kalimat penjelas. Pola penalaran induktif merupakan pola berpikir dengan menggunakan peristiwa atau hal-hal khusus untuk menarik kesimpulan umum. Bila kita memenukan gagasan pokok berdasarkan pola penalarannya, ide pokok terdapat di kalimat awal atau di akhir paragraf. Yang sering membuat pembaca bingung menentukan ide pokok adalah bila paragraf yang dibacanya bertipe naratif atau deskriptif. Ide pokok paragraf biasanya terjabarkan secara merata berkesinambungan dalam semua kalimat paragraf tersebut. Oleh sebab itu, pembaca harus pandai menemukan kata-kata kunci keywords paragraf itu. Oleh karena itu, kepandaian menemukan ide pokok bisa ditingkatkan dan dilatih dengan cara membiasakan dan meningkatkan terus kemampuan membaca.
Agar pemahaman materi kamu lebih banyak, silahkan klik:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi : Pembelajaran Mendengarkan (1)

KONSEP MENDENGARKAN
1. Pengertian Mendengarkan
Menurut Burhan (1971:81), mendengarkan adalah suatu proses menangkap, memahami, dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Dalam konsep tersebut terdapat tiga tahapan proses mendengarkan. Ketiga tahapan proses mendengarkan itu adalah sebagai berikut.
  1. Tahap menangkap dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  2. Tahap memahami dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.
  3. Tahap mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.

2. Tujuan Mendengarkan
Tujuan orang melakukan mendengarkan bermacam-macam. Tarigan, (1981:14) menjelaskan tujuan mendengarkan adalah untuk:
  1. memperoleh informasi yang ada hubungannya dengan profesi
  2. meningkatkan keefektifan berkomunikasi
  3. mengumpulkan data untuk membuat keputusan
  4. memberikan respon yang tepat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS