Latihan
Tes
Latihan
| Kompetensi dan Indikator | |||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kompetensi Dasar : Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf Argumentatif Indikator :
1. Menjelaskan pengertian paragraf argumentatif
2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan argumentatif 3. Megidentifikasi jenis karangan argumentatif 4. Menentukan topik paragraf argumentatif 5. Menyusun kerangka paragraf argumentatif sesuai dengan topik 6. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif dengan kata-kata baku 7. Mengedit tulisan | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Materi | |||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kompetensi | |||||||||
![]() | |||||||||
Kompetensi Dasar
| |||||||||
| Pengertian Paragraf Naratif | |||||||||
![]() | |||||||||
Anda pasti pernah menuliskan kalimat dalam beberapa paragraf. Akan tetapi, tahukah Anda jenis paragraf yang Anda tulis tersebut? Berdasarkan jenisnya paragraf dibedakan menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif.Nah, apakah paragraf yang Anda tulis berupa cerita yang dikisahkan secara berurutan? Misalnya, ada tokohnya, ada tempatnya, ada urutan waktunya (kronologis)? Apabila ya, maka paragraf tersebut termasuk paragraf naratif. Jadi, paragraf naratif adalah paragraf berbentuk cerita atau kisahan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian. Dalam paragraf naratif, kita harus bisa menghadirkan tulisan yang membawa pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca akan merasakan urutan waktu yang digambarkan dalam tulisan. Urutan waktu yang diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akan menghasilkan tulisan naratif yang menarik untuk dibaca. Tulisan naratif bertujuan menjelaskan sesuatu dalam bentuk kisahan. Hal yang dijelaskan dapat berupa kejadian yang sesungguhnya maupun kejadian rekaan (fiktif). Paragraf yang dituliskan berdasarkan rekaan atau khayalan (tulisan fiktif) disebut dengan paragraf narasi sugestif. Paragraf yang dituliskan berdasarkan kenyataan atau pengalaman disebut paragraf narasi ekspositoris. | |||||||||
| |||||||||
| Topik Paragraf Naratif | |||||||||
![]() | |||||||||
| Topik mengenai apa saja dapat kita kembangkan menjadi paragraf naratif asalkan prinsip-prinsip dalam penulisan paragraf naratif kita perhatikan, yaitu ada tokoh pengisi cerita, merangkaikan peristiwa dalam cerita, cerita disajikan sesuai dengan urutan waktu dan kejadian, cerita memiliki latar (setting) yang digambarkan dengan jelas, mempunyai jalan cerita (alur). Misal: Keadaan Aryo. Nah, Anda dapat membuat narasi dengan topik itu. Nanti Anda mencoba mengembangkan. Cermatilah topik-topik berikut! Contoh topik paragraf naratif
Contoh topik yang tidak dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif:
| |||||||||
| Menulis Paragraf Naratif | |||||||||
![]() | |||||||||
Jika ingin menulis paragraf naratif, Anda perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
Topik : Keadaan Aryo Kerangka topik
Aryo adalah mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tahun ke –5, saat ini ia sedang menyusun skripsi. Karena biaya untuk menulis skripsi tidak ada, ia melamar ke perusahaan permen. Sungguh sangat beruntung, ia diterima di perusahaan tersebut. Gajinya cukup besar di samping itu ia mendapat fasilitas yang cukup menarik. Ayahnya sudah pensiun tahun lalu sehingga kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Adiknya yang mau masuk perguruan tinggi menjadi tanggung jawab Aryo. Ia menyusun skripsinya sambil bekerja. Memang Aryo adalah anak yang cerdas dan murah hati. | |||||||||
| Menyunting Paragraf | |||||||||
![]() | |||||||||
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah
R.A Kartini dilahirkan pada tanggal 21-4-1879 di Mayong Kabupaten Jepara. Ia puteri yang kelima dari Bupati Jepara, R.M. Adipati Sosroningrat. Saudara Kartini berjumlah 11 orang, lima orang puteri dan enam orang putera. Ketika Kartini berumur 7 tahun, ia dimasukkan oleh orang tuanya ke sekolah kelas dua Belanda di kota Jepara. Penjelasan Penulisan tanggal 21 -4-1879 seharusnya 21 April 1879. Penulisan 11 orang seharusnya sebelas orang. Penulisan 7 tahun seharusnya tujuh tahun. | |||||||||
| Unsur Intrinsik Drama | |||||||||
![]() | |||||||||
Kerangka karangan
| |||||||||
| Kata penghubung | |||||||||
![]() | |||||||||
| Ketika membuat paragraf, tentu Anda memerlukan kata penghubung. Kata penghubung tersebut ada yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, kata dengan kelompok kata, kelompok kata dengan kelompok kata, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragraf. Kata penghubung dibedakan atas
Contoh: Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Ia tahu, bahwa sakit kepala itu segera akan hilang, jika ia dapat mengisi perutnya. Dua hari dua malam tak ada lain yang dimakannya selain daun-daun kayu. Ada terlayang dipikirannya untuk menjual celana 1001 itu, guna membeli sekedar makanan yang pantas dimakan manusia. Akan tetapi, lekas dibuangnya pikiran itu. Jikacelana itu dijualnya, perutnya kenyang buat beberapa detik, tetapi sesudah itu dengan apa akan ditutupnya auratnya? Sekali pula ada niatnya untuk mencuri barang orang lain, tapi Tuhan berkata, jauhi dirimu dari curi mencuri dan keluarga Kusno turun-temurun takut kepada Tuhan itu, sungguh pun belum pernah dilihatnya. Begitulah Kusno tidak menjual celana, tidak mencuri, sering sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu. Akan tetapi, ia hidup terus sengsara memang, tapi hidup dengan bangga. ...
(Kisah Sebuah Celana Pendek, Idrus)
| |||||||||
| Kompetensi | ||||||||||||||
![]() | ||||||||||||||
Kompetensi Dasar:
Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif
Indikator:
| ||||||||||||||
| Materi | ||||||||||||||
![]() | ||||||||||||||
![]()
Anda tentu sering menonton iklan di televisi. Apakah yang terbersit di benak Anda ketika menyaksikannya? Demikian juga halnya dengan kampanye-kampanye, misalnya kampanye pemilihan presiden, pemilihan kepala desa, atau pemilihan ketua OSIS. Tentu didalamnya ada ajakan atau imbauan. Hal-hal tersebut di atas adalah contoh dari persuasi.Untuk dapat membuat paragraf persuasif yang baik, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut.
Pertama, menentukan topik. Kedua, menentukan tujuan, ketiga memilih data, keempat membuat kerangka sesuai dengan topik, kelima mengembangkan kerangka atau menulis paragraf Terakhir, menyunting paragraf yakni, mencermati penggunaan ejaan, pilihan kata, dan susunan antarkalimat agar koheren dan kohesi.
Ada banyak topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasif, misalnya, “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.
Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih mengemukakan gagasan yang dimiliki dalam bentuk paragraf persuasif. Sebelumnya, Anda akan menentukan pokok-pokok tulisan yang akan Anda tulis. Dengan demikian, kemampuan dalam menulis serta berpikir kritis Anda akan bertambah.
| ||||||||||||||
|
| Sinopsis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bagaimana cara menulis paragraf deskriptif? Tentu tidak sulit, apabila Anda mengetahui langkah-langkah dan teknik menulis paragraf tersebut. Karena itu, ikutilah cara menulis paragraf deskriptif berikut dengan saksama!
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kompetensi dan Indikator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kompetensi Dasar : Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif
Indikator: 1. Menjelaskan pengertian paragraf deskriptif
2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan deskriptif
3. Megidentifikasi jenis karangan deskriptif
4. Menentukan topik paragraf deskriptif
5. Menyusun kerangka paragraf deskriptif sesuai dengan topik
4. Mengembangkan kerangka yang telah disusun
menjadi paragraf deskriptif dengan menggunakan frasa ajektif
5. Mengedit tulisan
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Materi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


| Pengertian Paragraf Ekspositif | |
Jenis-Jenis paragraf ekspositif
![]()
Banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif.
Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.
| |
| Topik Paragraf Ekspositif | |
|
Macam-macam topik paragraf ekspositif
Contoh topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif.
![]() ![]() ![]() ![]()
Pola pengembangan karangan ekspositif ada bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana cara kerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi).
Contoh: cara mendaur ulang sampah
Pada contoh tersebut ada tahapan yang harus dilakukan, seperti memilah-milah sampah yang organik dan anorganik, memasukkan sampah tersebut ke tempat sampah organik atau anorganik, membawa sampah yang sudah dipilah ketempat pengolahan, sampah diolah, dan hasilnya siap dipasarkan.
Langkah-langkah menyusun paragraf ekspositif pola pengembangan proses
1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi perincian ke dalam tahap-tahap kejadiannya.. | |
| Menulis Paragraf Ekspositif | |
Langkah-langkah menulis paragraf ekspositif
1. menentukan topik,
2. menentukan tujuan paragraf,
3. memilih data yang sesuai dengan topik,
4. membuat kerangka paragraf sesuai gambar,
5. mengembangkan kerangka menjadi karangan
6. mengedit paragraf
Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah
· kesesuaian isi paragraf dengan topik
· kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
· penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
· ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
| |
| Kata Berimbuhan | |
|
Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
1. Prefiks (awalan)
a. prefiks di- (contoh: dibawa, dipandang)
b. prefiks ter- (contoh: terlihat, terpandai, tertidur)
c. prefiks se- (contoh: serumah, seindah, sesudah)
d. prefiks ke- (contoh: kelima, kekasih)
e. prefiks pe- (contoh: pelari, penyair)
f. prefiks per- (contoh: perdalam, pertiga, pertuan)
g. prefiks me- (contoh: membesar, menepi, meraba) h. prefiks ber- (contoh: bersawah, beranak, beribu)
2. Sufiks (akhiran)
a. sufiks -kan (contoh: membersihkan, menduakan, mendewakan)
b. sufiks -i (contoh: mendatangi, diobati)
c. sufiks -an (contoh: undangan, bulanan, lapangan)
d. sufiks -nya (contoh: bajunya, buruknya, kencangnya)
e. sufiks -man; wan, wati (contoh: seniman, seniwati, wartawan, karyawati)
Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
a. gabungan me -kan (contoh: meninggikan)
b. gabungan di -kan (contoh: didengarkan)
c. gabungan memper -kan (contoh: memperundingkan)
d. gabungan diper -kan (contoh: diperdebatkan)
e. gabungan mem + per + i (contoh: memperbaiki)
f. gabungan di + per + i (contoh: dipelajari)
g. gabungan ber -an (contoh: berpelukan)
h. gabungan ber -kan (contoh: bersandikan)
| |
