DAFTAR ISI

Latihan & Tes Menulis Paragraf Deskriptif

Latihan



Tes

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menulis Paragraf Deskriptif


Sinopsis
Pernahkah Anda menulis paragraf tentang sesuatu yang dilihat, misalnya keramaian kota Jakarta, pemandangan alam, tempat yang pernah dikunjungi, atau kecantikan seseorang? Pernahkah Anda menuliskan suatu bunyi yang didengar, misalnya suara halilintar, deburan ombak, atau gemerisik angin?  Pernahkah Anda melukiskan wanginya sebuah parfum atau baunya bangkai seekor tikus? Pernahkan Anda melukiskan nikmatnya makan buah durian yang lezat atau asamnya buah mangga yang masih muda? Pernahkah Anda melukiskan dinginnya udara pagi di daerah pegunungan atau panasnya trik matahari di siang bolong? Tentu pernah bukan? Apa yang pernah Anda lakukan itu adalah pendeskripsian sesuatu yang Anda alami, seakan-akan pancaindranya diaktifkan. Tulisan semacam itu disebut karangan deskriptif.

Bagaimana cara menulis paragraf deskriptif? Tentu  tidak sulit, apabila Anda mengetahui langkah-langkah dan teknik menulis paragraf tersebut. Karena itu, ikutilah cara menulis paragraf deskriptif berikut dengan saksama!
Kompetensi dan Indikator
Kompetensi Dasar   : Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif 

Indikator:    1. Menjelaskan pengertian paragraf deskriptif
                 2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan deskriptif
                 3. Megidentifikasi jenis karangan deskriptif
                 4. Menentukan topik paragraf deskriptif
                 5. Menyusun kerangka paragraf deskriptif sesuai dengan topik
                 4. Mengembangkan kerangka yang telah disusun  
                     menjadi  paragraf deskriptif dengan menggunakan frasa ajektif
                 5. Mengedit tulisan 
Materi
Pengertian Paragraf Deskriptif

Perhatikan dengan cermat gambar pemandangan di samping!
Setelah Anda mengamati pemandangan tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa yang Anda rasakan? Bagaimana suara-suara di sekitar alam tersebut? Kira-kira bau apa yang Anda rasakan?
Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf yang terdiri atas beberapa kalimat.Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan Contoh berikut.
Contoh :

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon  di sekitar tebing tampak hijau dan tumbuh dengan subur.   Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.


Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf deskriptif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan memberi gambaran suatu objek kepada pembaca secara rinci dan jelas tanpa disertai pendapat penulis terhadap objek tersebut.

Dengan kata lain paragraf deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sesuatu benda, tempat, suasana atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar,  mencium,dan  merasakan apa yang dirasakan oleh penulis.
Ciri-ciri Paragraf Deskriptif
Untuk memahami ciri-ciri paragraf deskriptif, coba Anda baca kembali paragraf yang tersaji. 

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon di sekitar tebing tampak menghijau dan tumbuh dengan subur.   Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.

Setelah Anda memahami isi paragraf deskriptif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf deskriptif adalah   Karangan  yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar:

1. Mata melihat apa?

2. Hidung mencium apa?
3. Kuping mendengar apa?
4. Mulut merasakan apa?
5. Kulit merasakan apa?
Jenis paragraf deskriptif

1.      Deskriptif sugestif
Jenis karangan ini berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca. Pengalaman atas objek itu harus menciptakan kesan atau interprestasi. Rangkaian kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, atau watak objek tersebut diciptakan sugesti tertentu pada pembaca. Dengan kata lain deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca.
Misalnya, deskripsi tentang keadaan di hutan yang sepi dan terdengar bunyi-bunyi atau suara binatang, ketenangan sebuah dusun.
Contoh :
Gedung sekolah ini terletak di tepi jalan, tetapi tidak terasa bising. Kelas-kelasnya jauh dari jalan dan kendaraan tidak terlalu banyak yang lewat ke sana. Bangunan kuno yang berdiri sejak lima puluh tahun lampau ini, kini masih terlihat kokoh karena terpelihara dan terawat dengan baik. Pohon-pohon besar mengelilingi gedung sekolah itu membuat udara sejuk di sekitar itu.
2.    Deskriptif teknis atau ekspositoris.
     Deskripsi teknis atau ekspositoris menciptakan agar pembaca dapat mengenalinya bila bertemu atau berhadapan dengan suatu objek. Misalnya, deskripsi tentang keadaan suatu ruang atau tempat.
     
      Contoh :
Kamar tidurku tidaklah luas hanya berukuran 3 x 4. Semua barang-barang tertata rapi di dalamnya. Tempat tidur diletakkan di pojok kanan dari pintu masuk. Meja belajar ditata di depan jendela. Sedangkan lemari pakaian diletakkan di sebelah kiri tempat tidur.
Topik Paragraf Deskriptif

Sebelum Anda menulis paragraf deskriptif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Topik sangat banyak dan bertebaran di mana-mana. Topik dapat dicari dari masalah-masalah, seperti politik, ekonomi, kesenian, olahraga, kesehatan, pariwisata, pendidikan, teknologi, dan hiburan. Dari topik-topik tersebut, kita harus menentukan topik yang sesuai dengan ciri-ciri paragraf deskriptif.
Ciri-ciri paragraf deskriptif adalah karangan yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar: Mata melihat apa? Hidung mencium apa? Kuping mendengar apa? Mulut merasakan apa? Kulit merasakan apa?

 http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4wtTrCaeZfLyyM

Setelah menentukan topik, topik tersebut perlu dibatasi supaya masalah dan ruang ringkup yang dibahas tidak terlalu luas dan justru menjadi lebih jelas. Topik dapat dibatasi berdasarkan tempat, waktu, sebab-akibat, dan rincian.
Contoh topik paragraf deskriptif:
1.      Keindahan pantai
2.      Kecantikan seorang gadis
3.      Kebersihan lingkungan
4.      Sejuknya hawa pegunungan
5.      Panasnya udara di siang hari

Menyusun kerangka karangan
Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi. Kerangka paragraf deskriptif harus menggambarkan keadaan atau suasana suatu objek yang akan dideskripsikan.  Contoh menyusun kerangka.

Topik : Suasana Malam

Kerangka paragraf:

1. malam indah
2. bintang bertaburan
3. udara dingin
4. suara burung hantu bersahut-sahutan
5. bulan memancarkan sinarnya
6. tidak ada yang lewat
Mengembangkan kerangka
Kerangka paragraf yang telah Anda susun, kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang terdiri ataskalimat utama (jika ada) dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat dituangkan di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif) , atau di awal dan diulang pada akhir paragraf (deduktif-induktif).Pengembangan kerangka tersebut sebaiknya dengan cara satu pikiran penjelas dikembangkan menjadi satu kalimat penjelas.

Kalimat utama adalah kalimat tempat dituangkan topik paragraf/pikiran utama/ ide pokok.
Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan pikiran-pikiran penjelas.
Contoh:
Topik  : Suasana Malam
Kerangka paragraf:

1. malam indah
2. bintang bertaburan
3. udara dingin
4. suara burung hantu bersahut-sahutan
5. bulan memancarkan sinarnya
6. tidak ada yang lewat


 Pengembangan:



  Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit bertaburan dengan memancarkan cahaya yang kelap-kelip. Udara dingin menggigit tubuhku. Suara burung hantu bersahut-sahutan membuat bulu kudukku merinding. Bulan memancarkan sinarnya ke seluruh alam semesta. Tidak ada seorang pun yang lewat di sekitarku.
Setelah Anda baca paragraf tersebut, Anda akan mengetahui bahwa kata-kata yang tercetak tebal merupakan kerangka paragraf, sedangkan kata-kata yang dicetak biasa merupakan pengembangan kerangka tersebut.
Frasa Ajektif dalam Paragraf deskriptif


Frasa ajektif adalah kelompok kata yang unsur intinya berupa kelas kata sifat. Misalnya: sangat cerdas (unsur intinya cerdas), baik sekali(unsur intinya baik), indah nian (unsur intinya indah).

Frasa Ajektif biasanya banyak digunakan dalam paragraf deskriptif. Paragraf yang banyak menggunakan frasa ajektif biasanya lebih jelas dan menarik. Contoh penggunaan frasa ajkektif (tercetak miring) dalam paragraf deskriptif.
Pantai sepanjang 4 km ini sangat landai. Pasirnya putih bersih. Air lautnya bening sekali. Tidak jauh dari pantai tersebut tampak sebuahcottages yang cukup menarik bagi wisatawan. Di sekeliling cottegesitu tampak taman yang tertata sangat rapi dan menarik. Pulau yang terdapat di depan pantai ini tampak airnya bergelombang sangat tenang dan jernih.
Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Soal Latihan & Tes Menulis Paragraf Ekspositif

Latihan



Tes

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menulis Paragraf Ekspositif

Pendahuluan


Untuk dapat  membuat paragraf ekspositif yang baik, Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut. Pertama, menentukan topik. Kedua, menentukan tujuan, ketiga memilih data, keempat membuat kerangka sesuai dengan topik, kelima mengembangkan kerangka atau menulis paragraf.  Terakhir, menyunting paragraf yakni, mencermati penggunaan ejaan, pilihan kata, dan susunan antarkalimat agar koheren dan kohesi. Topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif antara lain: cara mendaur ulang sampah, cara menggunakan alat komunikasi masa kini (mis. handphone), cara belajar yang efektif dan efisien, serta cara menurunkan berat badan.
Kompetensi

Kompetensi Dasar
Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif


Indikator

1. Mendefinisikan paragraf ekspositif

2. Menentukan topik-topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi paragraf ekspositif

3. Menulis paragraf ekspositif berdasarkan gambar

4. Melengkapi paragraf ekspositif dengan kata berimbuhan

 

Materi



Anda pasti pernah menuliskan kalimat dalam beberapa paragraf! Akan tetapi, tahukah Anda jenis     
paragraf yang Anda tulis tersebut?
Berdasarkan jenisnya paragraf dibedakan menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif. Nah, apakah paragraf yang Anda tulis berupa ekspositif? Untuk itu mari kita identifikasi, misalnya, adanya pemerian, uraian, atau penjelasan informasi;  bersifat ilmiah/nonfiksi; bersumber dari hasil pengamatan, penelitian, atau pengalaman;  hubungan antarkalimatnya padu (kohesi dan koherensi). Apabila ya, maka paragraf tersebut termasuk paragraf ekspositif.  
Dalam paragraf ekspositif sesuatu dipaparkan dengan runtut sehingga permasalahan menjadi jelas. Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf  ekspositif bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber paragraf ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan,penelitian atau pengalaman.

Pengertian Paragraf Ekspositif
Jenis-Jenis  paragraf ekspositif




wanita gemuk2
Banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif.

Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.

                                                                                                                                        
                                                      
Topik Paragraf Ekspositif

Macam-macam topik paragraf ekspositif



Contoh topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif.


  1. cara mendaur ulang sampah







     b. Cara menggunakan alat komunikasi masa kini (mis. Handphone)






     c. Cara belajar yg efektif dan efisien

     d. Cara menurunkan berat badan



Pola pengembangan karangan ekspositif ada bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas   pertanyaan bagaimana cara kerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi).

Contoh:  cara mendaur ulang sampah

Pada contoh tersebut ada tahapan yang harus dilakukan, seperti memilah-milah sampah yang organik dan anorganik, memasukkan sampah tersebut ke tempat sampah organik atau anorganik, membawa sampah yang sudah dipilah ketempat pengolahan, sampah diolah, dan hasilnya siap dipasarkan.




1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi perincian ke dalam tahap-tahap  kejadiannya..
Menulis Paragraf Ekspositif
Langkah-langkah menulis paragraf ekspositif
1.      menentukan  topik,
2.      menentukan tujuan paragraf,
3.      memilih data yang sesuai dengan topik,
4.      membuat kerangka paragraf sesuai gambar,
5.      mengembangkan kerangka menjadi karangan
6.      mengedit paragraf

Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah 
·         kesesuaian isi paragraf dengan topik
·         kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
·         penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
·   ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
Kata Berimbuhan

Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.

1. Prefiks (awalan)

a. prefiks di- (contoh: dibawa, dipandang)

b. prefiks ter- (contoh: terlihat, terpandai, tertidur)

c. prefiks se- (contoh: serumah, seindah, sesudah)

d. prefiks ke- (contoh: kelima, kekasih)

e. prefiks pe- (contoh: pelari, penyair)

f. prefiks per- (contoh: perdalam, pertiga, pertuan)

g. prefiks me- (contoh: membesar, menepi, meraba) h. prefiks ber- (contoh: bersawah, beranak, beribu)

2. Sufiks (akhiran)

a. sufiks -kan (contoh: membersihkan, menduakan, mendewakan)

b. sufiks -i (contoh: mendatangi, diobati)

c. sufiks -an (contoh: undangan, bulanan, lapangan)

d. sufiks -nya (contoh: bajunya, buruknya, kencangnya)

e. sufiks -man; wan, wati (contoh: seniman, seniwati, wartawan, karyawati)


Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
 3. Gabungan imbuhan
a. gabungan me -kan (contoh: meninggikan)
b. gabungan di -kan (contoh: didengarkan)
c. gabungan memper -kan (contoh: memperundingkan)
d. gabungan diper -kan (contoh: diperdebatkan)
e. gabungan mem + per + i (contoh: memperbaiki)
f. gabungan di + per + i (contoh: dipelajari)
g. gabungan ber -an (contoh: berpelukan)
h. gabungan ber -kan (contoh: bersandikan)

Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS