Latihan
Tes
Latihan
| Sinopsis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bagaimana cara menulis paragraf deskriptif? Tentu tidak sulit, apabila Anda mengetahui langkah-langkah dan teknik menulis paragraf tersebut. Karena itu, ikutilah cara menulis paragraf deskriptif berikut dengan saksama!
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kompetensi dan Indikator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kompetensi Dasar : Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif
Indikator: 1. Menjelaskan pengertian paragraf deskriptif
2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan deskriptif
3. Megidentifikasi jenis karangan deskriptif
4. Menentukan topik paragraf deskriptif
5. Menyusun kerangka paragraf deskriptif sesuai dengan topik
4. Mengembangkan kerangka yang telah disusun
menjadi paragraf deskriptif dengan menggunakan frasa ajektif
5. Mengedit tulisan
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Materi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


| Pengertian Paragraf Ekspositif | |
Jenis-Jenis paragraf ekspositif
![]()
Banyak cara menurunkan bobot badan. Ada diet macan yang lebih mementingkan konsumsi daging, diet buah-buahan, membatasi makan nasi dan makanan berkarbohidrat tinggi lain seperti makanan dari terigu, jagung, singkong, atau ubi, serta mengurangi konsumsi gula. Banyak juga iklan di media massa yang menjanjikan penurunan bobot badan sampai beberapa kilogram hanya dalam beberapa minggu. Selain itu, ada ada juga yang menawarkan metode tusuk jarum, sedot lemak, minum jamu, minum teh hijau, dan sebagainya. Begitu beragamnya kiat yang bisa dilakukan, justru sering membuat orang bingung mana cara yang paling efektif.
Penurunan bobot badan dengan olahraga dan diet itu syaratnya disiplin yang tinggi. Tidak heran jika banyak orang lebih suka potong kompas. Misalnya, dengan teknik sedot lemak. Cara ini, menurut Sadoso, bisa membantu melangsingkan tubuh, tetapi kalau pola makan tidak diubah, tubuh gampang menjadi gemuk lagi. Selain itu, penyedotan yang berulang kali akan meninggalkan bekas penusukan jarum. Menurut Sadoso, cara ini juga mustahil bisa mengecilkan bagian-bagian tertentu, misalnya betis yang besar. Hal ini disebabkan pada kegemukan alamiah bobot serta ukuran tubuh biasanya terbagi rata. Apalagi kalau memang tulangnya besar.
| |
| Topik Paragraf Ekspositif | |
|
Macam-macam topik paragraf ekspositif
Contoh topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif.
![]() ![]() ![]() ![]()
Pola pengembangan karangan ekspositif ada bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana cara kerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi).
Contoh: cara mendaur ulang sampah
Pada contoh tersebut ada tahapan yang harus dilakukan, seperti memilah-milah sampah yang organik dan anorganik, memasukkan sampah tersebut ke tempat sampah organik atau anorganik, membawa sampah yang sudah dipilah ketempat pengolahan, sampah diolah, dan hasilnya siap dipasarkan.
Langkah-langkah menyusun paragraf ekspositif pola pengembangan proses
1. Mengetahui perincian secara menyeluruh
2. Membagi perincian ke dalam tahap-tahap kejadiannya.. | |
| Menulis Paragraf Ekspositif | |
Langkah-langkah menulis paragraf ekspositif
1. menentukan topik,
2. menentukan tujuan paragraf,
3. memilih data yang sesuai dengan topik,
4. membuat kerangka paragraf sesuai gambar,
5. mengembangkan kerangka menjadi karangan
6. mengedit paragraf
Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah
· kesesuaian isi paragraf dengan topik
· kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
· penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
· ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
| |
| Kata Berimbuhan | |
|
Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
1. Prefiks (awalan)
a. prefiks di- (contoh: dibawa, dipandang)
b. prefiks ter- (contoh: terlihat, terpandai, tertidur)
c. prefiks se- (contoh: serumah, seindah, sesudah)
d. prefiks ke- (contoh: kelima, kekasih)
e. prefiks pe- (contoh: pelari, penyair)
f. prefiks per- (contoh: perdalam, pertiga, pertuan)
g. prefiks me- (contoh: membesar, menepi, meraba) h. prefiks ber- (contoh: bersawah, beranak, beribu)
2. Sufiks (akhiran)
a. sufiks -kan (contoh: membersihkan, menduakan, mendewakan)
b. sufiks -i (contoh: mendatangi, diobati)
c. sufiks -an (contoh: undangan, bulanan, lapangan)
d. sufiks -nya (contoh: bajunya, buruknya, kencangnya)
e. sufiks -man; wan, wati (contoh: seniman, seniwati, wartawan, karyawati)
Di dalam setiap paragraf pasti ditemukan kata bermbuhan. Berikut ini ditampilkan macam-macam kata berimbuhan.
a. gabungan me -kan (contoh: meninggikan)
b. gabungan di -kan (contoh: didengarkan)
c. gabungan memper -kan (contoh: memperundingkan)
d. gabungan diper -kan (contoh: diperdebatkan)
e. gabungan mem + per + i (contoh: memperbaiki)
f. gabungan di + per + i (contoh: dipelajari)
g. gabungan ber -an (contoh: berpelukan)
h. gabungan ber -kan (contoh: bersandikan)
| |
