DAFTAR ISI

Latihan & Tes Menulis Paragraf Argumentatif

Latihan



Tes

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menulis Paragraf Argumentatif


Kompetensi dan Indikator
Kompetensi Dasar : Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf Argumentatif

Indikator :
1. Menjelaskan pengertian paragraf argumentatif
2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan argumentatif
3. Megidentifikasi jenis karangan argumentatif
4. Menentukan topik paragraf argumentatif
5. Menyusun kerangka paragraf argumentatif sesuai dengan topik
6. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif dengan kata-kata baku
7. Mengedit tulisan 
Materi
Pengertian Paragraf Argumentatif
Pengertian Paragraf Argumentatif

Perhatikan dengan cermat gambar pembangunan di samping!



Setelah Anda mengamati gambar tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa pendapat Anda tentang pengaruh pembangunan gedung-gedung bertingkat bagi masyarakat sekitarnya? Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf argumentatif yang terdiri atas beberapa kalimat. Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan contoh berikut !

Contoh:
Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi. Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf argumentatif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data atau fakta sebagai alasan/ bukti. Dengan kata lain, paragraf argumentatif adalah sebuah karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis karangan argumetasi harus menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, agar pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Misalnya, karangan berbentuk artikel (http://superbiol.wordpress.com/2008/05/22/konsumsi-air-terkontaminasi-dirasakan-70-persen-warga-indonesia-2/).
Ciri-ciri Paragraf Argumentatif
Ciri-ciri Paragraf Argumentatif

Untuk memahami ciri-ciri paragraf argumentatif, coba Anda baca kembali paragraf yang dibawah ini.

Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi. Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Setelah Anda memahami isi paragraf argumentatif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf argumentatif adalah (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya; (2) terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun paragraf argumentatif dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.
Jenis Paragraf Argumentatif
Jenis Paragraf Argumentatif

1. Paragraf argumentatif rincian
Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Jiwa Kepahlawanan. Contoh:

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

2. Paragraf argumentatif contoh
Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.



Contoh:

Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif. Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung. Jika kita menggunakan etanol dari jagung ini, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan. Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan?

3. Paragraf argumentatif sebab-akibat
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.Contoh paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen.



Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal.

4. Paragraf argumentatif akibat sebab
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. .Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.



Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup. Es di kutub selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.
Topik Paragraf Argumentatif
Sebelum Anda menulis paragraf argumentatif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu topik apa yang akan Anda tulis sebelum melakukan penulisan. Topik adalah pokok bahasan yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut dan menarik bagi Anda. Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut. Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jelas dan fokus. Perhatikan contoh berikut!

Topik       : Disiplin
Subtopik : Disiplin waktu kunci sukses dalam belajar
Pengumpulan Bahan Karangan
Pengumpulan Bahan Karangan



Sesudah menentukan topik dan sudut pandang yang jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan narasumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang penting bahan untuk penulisan Anda didapatkan.
Menyusun Kerangka Karangan
Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahkan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi.
Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat kerangka tulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas. Perbedaannya gaya konvensional membuat kerangka dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan, gaya bebas. menulis dulu apa saja yang dikethaui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi kerangka. Perhatikan contoh kerangka karangan tentang Perjuangan Seorang Ibu berikut!

Topik : Perjuangan
Subtopik : Perjuangan seorang ibu



Kerangka karangan
1. waktu dalam kandungan
2. pemeliharaan sejak bayi sampai besar
3. memberikan kasih sayang
4. memberikan perhatian 
Mengembangkan Kerangka Paragraf
Mengembangkan kerangka paragraf

Kerangka paragraf yang telah Anda susun, kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang terdiri atas kalimat utama (Kalimat utama adalah kalimat tempat dituangkan topik paragraf/pikiran utama/ ide pokok), jika ada dan kalimat-kalimat penjelas (Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan pikiran-pikiran penjelas). Kalimat utama dapat dituangkan di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif) , atau di awal dan diulang pada akhir paragraf (deduktif-induktif). Pengembangan kerangka tersebut sebaiknya dengan cara satu pikiran penjelas dikembangkan menjadi satu kalimat penjelas. Contoh:

Topik        : Perjuangan
Subtopik : Perjuangan seorang ibu



Kerangka karangan
1. perjuangan tiada henti
2. memberikan kehidupan
3. perjuangan pemeliharaan
4. terus memberikan kasih sayang 

Pengembangan:
Perjuangan ibu tampaknya perjuangan yang tiada henti. Sejak kita di dalam kandungan, ibu telah memberikan kehidupan untuk kita sampai melahirkan. Perjuangan itu disambung dengan pemeliharaannya terhadap kita dengan tulus saat kita bayi, anak-anak, hingga masuk dunia pendidikan. Akankah kasih sayang itu berakhir? Tidak. Ibu terus memberikan kasih sayangnya, perhatiannya, dan segala rasa cintanya dengan membimbing kita dalam hidup ini.

Setelah Anda baca paragraf tersebut, Anda akan mengetahui bahwa kata-kata yang tercetak tebal merupakan kerangka paragraf, sedangkan kata-kata yang dicetak biasa merupakan pengembangan kerangka tersebut.
Kata Baku dalam Paragraf Argumentatif
Kata Baku dalam Paragraf Argumentatif

Kata baku adalah kata yang penulisannya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sebagai contoh, perhatikan penggunaan kata baku yang tercetak tebal dalam paragraf argumentatif berikut.

Untunglah tubuh kita mempunyai antioksidan yang berasal dari makanan bergizi yang kita makan. Antioksidan ini berfungsi sebagai pelindung mata dari reaksi oksidasi radikal bebas dan sinar ultraviolet sehingga lensa mata kita masih dapat berfungsi dengan normal. Pada sebatang rokok mengandung racun dan bahan kimia yang bersifat sebagai radikal bebas. Apabila konsumsi rokok meningkat, akan semakin banyak antioksidan yang dikorbankan tubuh untuk melindungi lensa mata dan sel-sel tubuh lainnya dari kerusakan. Apabila cadangan antioksidan tubuh menipis, ada sebagian sel-sel tubuh yang tidak dapat dilindungi dari serangan radikal bebas ini. Salah satunya adalah sel-sel protein pada lensa mata. Akibatnya, sel protein menjadi rusak dan menggumpal membentuk endapan yang menghalangi masuknya cahaya ke retina mata.

Kata baku dan kata tidak baku

Kata baku          Kata tidak baku
  • syarat                     sarat
  • sabtu                      saptu
  • antioksidan           anti oksidan
  • izin                           ijin
  • jadwal                     jadual
  • gizi                          giji
  • sah                          syah
  • apotek                    apotik
  • fungsi                     pungsi
  • teknik                     tehnik
  • karier                     karir
  • ultraviolet              ultra piolet
  • sistem                   sistim
  • kaidah                   kaedah
  • sistem                   system

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Latihan & Tes Menulis Paragraf Naratif

Latihan



Tes

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menulis Paragraf Naratif

Kompetensi
Kompetensi Dasar
  • Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragaraf naratif.
Indikator
  1. Mendefinisikan paragraf naratif
  2. Menentukan paragraf narasi ekspositif
  3. Menentukan topik-topik paragraf
  4. Menentukan langkah-langkah menulis paragraf
  5. Membuat kerangka sesuai topik
  6. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf naratif
  7. Memperbaiki kesalahan teknik penulisan (susunan kalimat, pilihan kata, dan ejaan)
  8. Melengkapi paragraf naratif dengan kata penghubung.
Pengertian Paragraf Naratif
Anda pasti pernah menuliskan kalimat dalam beberapa paragraf. Akan tetapi, tahukah Anda jenis paragraf yang Anda tulis tersebut? Berdasarkan jenisnya paragraf dibedakan menjadi paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif.
Nah, apakah paragraf yang Anda tulis berupa cerita yang dikisahkan secara berurutan? Misalnya, ada tokohnya, ada tempatnya, ada urutan waktunya (kronologis)? Apabila ya, maka paragraf tersebut termasuk paragraf naratif. Jadi, paragraf naratif adalah paragraf berbentuk cerita atau kisahan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian. Dalam paragraf naratif, kita harus bisa menghadirkan tulisan yang membawa pembaca pada petualangan seperti yang kita alami. Dengan demikian, para pembaca akan merasakan urutan waktu yang digambarkan dalam tulisan. Urutan waktu yang diisi dengan berbagai kegiatan tersebut akan menghasilkan tulisan naratif yang menarik untuk dibaca. Tulisan naratif bertujuan menjelaskan sesuatu dalam bentuk kisahan. Hal yang dijelaskan dapat berupa kejadian yang sesungguhnya maupun kejadian rekaan (fiktif). Paragraf yang dituliskan berdasarkan rekaan atau khayalan (tulisan fiktif) disebut dengan paragraf narasi sugestif. Paragraf yang dituliskan berdasarkan kenyataan atau pengalaman disebut paragraf narasi ekspositoris.
Paragraf Narasi Sugestif
Contoh Paragraf Narasi sugestif
Dibandingkan dengan hidup manusia yang susah, nasibku jauh lebih baik. Bukankah menjadi binatang piaraan Tuan Konglo yang kaya raya merupakan keberuntungan tak ternilai? Aku tak tahu persis alasan Tuan Konglo memeliharaku. Bukankah dia bisa membeli anjing yang lebih bermartabat dibanding aku? Rupanya ada kisah khusus tentang diriku. Menurut obrolan Bibi Tintin, pembantu Tuan Konglo, dulu aku terserempet mobil Tuan Konglo. Untuk menebus rasa bersalahnya, Tuanku memelihara aku.
“Gembong! Jaga rumah ya. Kalau ada orang mencurigakan, langsung serang. Gigimu masih tajam, kan?” Tuan Konglo menyodorkan daging sapi. Kujawab dengan gonggongan kecil. Tanda aku sangat setuju. Tuanku senang. Ia mengelus-elus buluku. Aku pun merasa tersanjung.
Paragraf Narasi Ekspositoris
Contoh Paragraf Narasi ekpositoris
Seperti biasa, setiap hari pukul 06.00 Beny sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Akan tetapi, Senin pagi itu berbeda dari hari biasanya. Jam yang biasanya berdering membangunkannya tidak berdering. Dia bangun terlambat. Jam sudah menunjukkan angka enam. Dia terburu-buru melompat dari tempat tidur dan hanya sempat membasuh muka. Dia kayuh sepedanya dengan cepat. Sekitar tiga ratus meter menjelang sekolah, ban sepedanya kempis. Akhirnya, dia mendorong sepeda sampai ke sekolah. Setibanya di depan sekolah pintu gerbang sudah ditutup, dia hanya sempat menuliskan nama dan memberikannya kepada guru piket. Dia dianjurkan pulang dan belajar di rumah. Sungguh malang nasib Beny hari itu.
Dari kedua contoh tersebut dapat diidentifikasi ciri paragraf naratif yakni ada urutan cerita, ada tokoh, ide pokok menyebar di setiap kalimat, dan hubungan antarkalimatnya padu (kohesi dan koherensi).
Topik Paragraf Naratif
Topik mengenai apa saja dapat kita kembangkan menjadi paragraf naratif asalkan prinsip-prinsip dalam penulisan paragraf naratif kita perhatikan, yaitu ada tokoh pengisi cerita, merangkaikan peristiwa dalam cerita, cerita disajikan sesuai dengan urutan waktu dan kejadian, cerita memiliki latar (setting) yang digambarkan dengan jelas, mempunyai jalan cerita (alur).
Misal: Keadaan Aryo. Nah, Anda dapat membuat narasi dengan topik itu. Nanti Anda mencoba mengembangkan.
Cermatilah topik-topik berikut!
Contoh topik paragraf naratif
  1. Aktivitas Sehari-hari
  2. Pengalaman yang mengesankan
  3. Berdarmawisata
Topik-topik tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif karena uraiannya berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.
Contoh topik yang tidak dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif:
  1. Proses pembuatan batik 
  2. Jauhilah narkoba
  3. Cara belajar yang efektif
Topik a dan c tepat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi dan topik b tepat dikembangkan menjadi paragraf persuasi
Menulis Paragraf Naratif
Jika ingin menulis paragraf naratif, Anda perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.
  • Menentukan topik
  • membuat kerangka
  • menulis paragraf (mengembangkan kerangka)
  • mengedit tulisan.
Contoh
Topik : Keadaan Aryo
Kerangka topik
  1. Aryo mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tahun ke –5 
  2. Sedang menyusun skripsi akhir
  3. Diterima bekerja di pabrik/perusahaan permen
  4. Gaji cukup, fasilitas menarik
  5.  Ayahnya sudah pensiun tahun lalu
  6. Adiknya masuk perguruan tinggi 
  7. Aryo menyusun skripsi, sambil bekerja
Contoh pengembangan kerangka:
Aryo adalah mahasiswa Fakultas Pertanian IPB tahun ke –5, saat ini ia sedang menyusun skripsi. Karena biaya untuk menulis skripsi tidak ada, ia melamar ke perusahaan permen. Sungguh sangat beruntung, ia diterima di perusahaan tersebut. Gajinya cukup besar di samping itu ia mendapat fasilitas yang cukup menarik. Ayahnya sudah pensiun tahun lalu sehingga kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Adiknya yang mau masuk perguruan tinggi menjadi tanggung jawab Aryo. Ia menyusun skripsinya sambil bekerja. Memang Aryo adalah anak yang cerdas dan murah hati.
Menyunting Paragraf
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pada saat menyunting paragraf adalah
  • kesesuaian isi paragraf dengan topik 
  • kesesuaian isi paragraf dengan kerangka
  • penggunaan kalimat yang koherensi (padu), kalimat pertama harus berkaitan dengan kalimat kedua. Kalimat kedua berhubungan dengan kalimat ketiga dst.
  • ejaan dan pilihan katanya (baku atau tidak, tepat atau tidak)
Contoh
R.A Kartini dilahirkan pada tanggal 21-4-1879 di Mayong Kabupaten Jepara. Ia puteri yang kelima dari Bupati Jepara, R.M. Adipati Sosroningrat. Saudara Kartini berjumlah 11 orang, lima orang puteri dan enam orang putera. Ketika Kartini berumur 7 tahun, ia dimasukkan oleh orang tuanya ke sekolah kelas dua Belanda di kota Jepara.
Penjelasan
Penulisan tanggal 21 -4-1879 seharusnya 21 April 1879.
Penulisan 11 orang seharusnya sebelas orang.
Penulisan 7 tahun seharusnya tujuh tahun.
Unsur Intrinsik Drama
Kerangka karangan
  1. kakek mendorong gerobak
    • siang hari matahari terik
    • berjalan tertatih-tatih
    • mendorong gerobak
    • gerobak berisi barang loak/bekas
  2. kakek beristirahat
    • beristirahat dekat gerobak
    • mengipas dengan koran bekas
    • perut terasa lapar •
    • makan tanpa menghiraukan orang
  3. kakek pulang
    • mendorong gerobak
    • wajah yang ceriah
    • perjalanan jauh
    • rumah kardus di bawah jembatan
    • tiba di rumah
Kerangka tersebut dikembangkan menjadi tiga paragraf. Setiap paragraf memiliki kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Karangan yang sudah selesai dibaca kembali dan dikoreksi untuk menghindari kesalahan.
Kata penghubung
Ketika membuat paragraf, tentu Anda memerlukan kata penghubung. Kata penghubung tersebut ada yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, kata dengan kelompok kata, kelompok kata dengan kelompok kata, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragraf.
Kata penghubung dibedakan atas
  • kata penghubung intrakalimat
  • kata penghubung antarkalimat.
Kata penghubung intrakalimat adalah kata penghubung yang terdapat di dalam satu kalimat. Misalnya: dan, serta, lagi, tetapi, karena, kemudian, dll. Kata penghubung antarkalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat dengan kalimat (antarkalimat). Misalnya: akan tetapi, oleh karena itu, dengan demikian, dll.
Contoh:
Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Ia tahu, bahwa sakit kepala itu segera akan hilang, jika ia dapat mengisi perutnya. Dua hari dua malam tak ada lain yang dimakannya selain daun-daun kayu. Ada terlayang dipikirannya untuk menjual celana 1001 itu, guna membeli sekedar makanan yang pantas dimakan manusia. Akan tetapi, lekas dibuangnya pikiran itu. Jikacelana itu dijualnya, perutnya kenyang buat beberapa detik, tetapi sesudah itu dengan apa akan ditutupnya auratnya? Sekali pula ada niatnya untuk mencuri barang orang lain, tapi Tuhan berkata, jauhi dirimu dari curi mencuri dan keluarga Kusno turun-temurun takut kepada Tuhan itu, sungguh pun belum pernah dilihatnya.
Begitulah Kusno tidak menjual celana, tidak mencuri, sering sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu. Akan tetapi, ia hidup terus sengsara memang, tapi hidup dengan bangga. ...
(Kisah Sebuah Celana Pendek, Idrus)

Sumber : http://belajar.kemdiknas.go.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS